5 Cara Bersabar Apabila Menghadapi Musibah
Sabar adalah salah satu kunci
keberhasilan, ada ungkapan “man sabara dhafara” barang siapa bersabar
maka akan memperoleh (yang dicita-citakan). Ada keterkaitan antara sabar
dan syukur, keduanya seolah tema adik dan kakak. Sabar biasanya
ditujukan kepada orang yang berduka sedangkan syukur ditujukan kepada
orang yang memperoleh kenikmatan. Kedua perbuatan ini tidak
mudah, meskipun kelihatan lahirnya mudah bersyukur ketimbang bersabar.
tetapi membutuhkan ketelitian bertindak. Tidak sabar membuat putus asa
sedangkan tidak bersyukur melahirkan kerakusan tersendiri.1. Ingatlah selalu akan nikmat Allah,
bukankah lebih banyak nikmat yang diberikan daripada musibah yang
ditimpakan kepada hambanya. Kalau anda umur 30 tahun, dan sekarang ini
mendapat musibah selama satu tahun saja, itu artinya Allah masih banyak
mencurahkan nikmat daripada musibah. Rasulullah mewanti wanti agar
selalu mengingat Allah dalam keadaan lapang, maka Allah pasti akan
selalu mengingat dalam keadaan sempit.
2. Tidak ada kesulitan yang terus menerus,
Allah menciptakan makhluknya berpasang pasangan, ada laki-perempuan,
bumi-langit, siang-malam, dan Allah pasti menciptakan kesulitan dan
jodohnya yaitu kemudahan. Kalau saat ini belum juga dipertemukan, anggap
saja seperti seseorang yang masih dalam tahap pencarian jodoh. Al
Qur’an mengingatkan hal itu berulang kali (QS.al Insyirah: 5-6)
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
3. Tanamkan dalam lubuk hati yang dalam bahwa kunci keberhasilan adalah sabar,
Ayam yang ingin menetaskan telur saja harus bersabar meng-erami
telurnya 21 hari, dalam kondisi yang demikian ayam tidak makan dan tidak
minum (baca: puasa) kecuali benar benar perlu.
4. Kalau kondisi sudah benar benar dalam kondisi klimaks, maka ingatlah dengan perkataan Ali ra;
الصَبْرُ مِنَ الأمُوْرِ بِمَنْزِلَةِ الرَّء سِ مِنَ الْجَسَدِ
Sabar dalam sebuah masalah itu (bagaikan) kedudukan kepala dalam jasad.
Alangkah mengerikannya jika menghadapi masalah tidak sabar, seperti mengerikannya jasad yang tak berkepala.
الصَبْرُ مِنَ الأمُوْرِ بِمَنْزِلَةِ الرَّء سِ مِنَ الْجَسَدِ
Sabar dalam sebuah masalah itu (bagaikan) kedudukan kepala dalam jasad.
Alangkah mengerikannya jika menghadapi masalah tidak sabar, seperti mengerikannya jasad yang tak berkepala.
5. Musibah yang bukan karma, adalah ujian saja.
Berbahagialah orang yang sedang di uji oleh Allah kerena ia akan naik
peringkat. Kalau anda ingin menyelesaikan jenjang pendidikan pastinya
ujian adalah masa yang paling mendebarkan dan moment yang di tunggu
tunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar